Jangan dijolok sarang lebah kalau tidak mahu diri rebah.

                               

                        " Sedikit kiasan buat cerminan diri yang mudah alpa "






i ) Maya.

" Kadangkala maya lebih mengerti berbanding realiti."


ii ) Borak.

" Bila mula borak , jangan tinggal otak "


iii ) Rasa.

" Apa yang dihidang di depan mata, tidak akan sama yang bakal dirasa oleh lidah "


iv ) Hati.

" Yang diinginkan mata belum tentu diaminkan oleh hati "


v ) Kelas.

" Kita semua berada pada kelas yang tersendiri "


vi ) Aksara.

" Melalui aksara manusia saling berbalas rasa "


vii ) Alasan.

" Perbetulkan alasan sebelum membuat keputusan "


viii ) Netizen.

" Ada yang simpati dan ramai yang tukang rakam "


ix ) Harapan.

" Berharap pada manusia adalah satu patah hati yang disengajakan dan direlakan "


x ) Sebati.

" Duduk sehingga sebati dengan bumi "


xi ) Pena.

" Pena berwarna hitam jangan disuruh melukis pelangi "


xii ) Berbeza

" Tertulis di dalam buku yang sama tetapi berbeza halaman. "


xiii ) Jangan.

" Kalau akar tidak kuat jangan berdebat perkara ranting "



xiv ) Bentuk.


" Tidak dapat dilihat dalam bentuk konkrit namun dapat dirasa dalam bentuk abstrak.

xv ) Niat.


" Katanya tak serupa niat, patut busuknya melekat "


xvi ) Gaya.

" Afalnya seperti tanah, tapi bersifatkan langit "


xvii ) Sukma.

" Biar sukma diterjemah indra, biarkan aksimu berbicara. "


xviii ) Pergi.

" Sebesar cakrawala kasih yang diberi, kalau bukan kepunyaanmu tetap pergi.


xix ) Atma.

" Melupakan itu sangat mudah , kerana tidak mengertinya signifikan atma "


xx ) Absurd.

" Kebarangkalian suka itu gratis, malangnya perasaan sayang itu absurd sekali "


xxi ) Sirna.

" Kehadiran kamu tidak diduga pulangnya semacam biasa , sirna secara tiba- tiba.


xxii ) Sempat.

" Kenalnya tak seberapa sempat, tahu- tahu sudah dekat dah rapat. "



xxiii ) Sia- sia.

" Sudah tahu dengan hati manusia yang suka berubah, tetap setia dengan tabah, itu la manusia gemar akan hal yang sia - sia. "


xxiv ) Kalau.

" Berharap lagi pada manusia sudah tentu sakit, kalaulah mereka sedar pasti tidak sesekali lagi diungkit."


xxv ) Jangan.

" Beberapa dari memori sedang dipam, jangan sesekali datang dengan perasaan yang pernah kau pendam. "


xxvi ) Mati.

" Isi hati yang kamu sendiri belum pasti, jangan sesekali cuba beri ."


xxvii ) Mengemis.

" Bilakah manusia akan sedar hinanya mengemis harapan sedang pengemis berangan dirinya tidak ditepis. "


xxviii ) Kita.

" Kau dan aku mendongak ke arah langit yang sama , jeleknya kita tidak pernah ada rasa. "


xxix ) Fatamorgana.

" kadang terasa ada , namun semua itu hanya fatamorgana. "


xxxix ) Petaka.

" Kehidupan akan datang sudah tentu samar- samar, izinkan aku nikmati sebelum petaka menyambar. "

xxxi ) Bukan.

" Mungkin sedang menatap ke arah cendera yang sama , terang tapi bukan untuk kita . "


xxxii ) Kenapa.

" Hari - hari aku siram kenapa kau mekar di pasu bunga orang lain. ? "


xxxiii )  Siapa.

" Sejak kamu pergi, dengan siapa  ingin curhat dan berkongsi ? . "

xxxiv ) Hati.

" Andaikata ia berubah, lekas sedikan tisu untukmu yang bakal gundah "


xxxv ) Gembira.

"  Terlalu banyak berduka lara sehingga aku lupa cara untuk bergembira " )



xxxvi ) Tenang.

" Kamu tenang semacam senja tapi sayang tidaka bertahan lama. "


xxxvii ) Masa.

" Kepada kamu, berhenti buang masa kepada orang yang sementara. "


xxxviii ) Sedar.

"  Sedar tak sedar masing- masing sudah melupakan dan beredar. "




Ungkapan itu sering kau kata,
Kendatipun samar dan kian sirna,
Melaui aksara manusia berbalas rasa,
Rindu ini akan selalu tersemat di dalam jiwa,
Hanya Tuhan yang mengerti perasaan kita.


Barisan aksara membentuk kata,
Alunan madah mengusik atma,
Seruan sampai ke hujung kota,
Patik kemari dengan tujuan yang sama.


Seruanmu penuh dengan laram,
Menduga hari untuk tenggelam.


Dahan patah ranting terbelah,
terbelah pula dihujung-hujung
kalau pendirian berat sebelah
tentu hidup tidak disanjung.


Jalan- jalan di ibu kota,
Singgah makan di warung Abu,
Kalau diri suka mengata,
Pasti pahala menjadi debu.


Hati manusia jangan dipaksa,
Takut nanti ada yang merana,
Kalau diri tidak bersedia,
Usah memaksa takut terluka.

Berjalan kaki menuju ke pekan,
Jalan bersama sahabat handai,
Kalau tuan hamba pelajar dekan,
Ayuh beradu melihat siapa pandai.

Jangan disanjung cinta yang belum pasti,
Sebaliknya agungkan cinta Tuhan yang hakiki.


Pergi ke sawah membawa bekal,
Membawa bekal bersama teman,
Masalah diri sebaiknya bertawakal,
Benda yang lepas jadikan pedoman.




Comments

  1. I love your kind words..keep going🌈

    ReplyDelete
  2. Keep spread ur positive vibes... #someone asked me for a comment... :)

    ReplyDelete

Post a Comment